MANAJEMEN KEUANGAN
MENGGUNAKAN
ANALISIS ARUS KAS UNTUK MEMBUAT KEPUTUSAN INVESTASI
1.
Suatu perusahaan mempertimbangkan investasi pabrik manufaktur baru. Lokasi kaplingnya sudah dimiliki oleh
perusahaan ini, tetapi bangunan yang ada perlu diruntuhkan dulu. Yang manakah dari hal berikut ini seharusnya diperlakukan sebagai arus kas tambahan?
a. Nilai pasar kapling
b. Nilai pasar bangunan yang sudah ada
c. Biaya peruntuhan dan pembersihan lokasi
d. Biaya jalan akses baru yang dibangun tahun lalu
e. Arus kas yang hilang dari proyek lain karena waktu eksekutif yang digunakan pada fasilitas baru
f.
Depresiasi masa
depan dari pabrik baru.
Jawab :
Menurut kelompok kami yang seharusnya diperlakukan
sebagai arus kas tambahan adalah:
·
Nilai pasar
bangunan yang sudah ada, karena tidak perlu meruntuhkan bangunan yang sudah
ada, perusahaan hanya perlu merenovasi karena jika bangunan tersebut
diruntuhkan akan merugikan perusahaan.
·
Biaya jalan akses
baru yang dibangun tahun lalu, dikarenakan dalam melakukan peruntuhan
bangunan akan merusak jalan yang telah dibangun.
·
Arus kas yang
hilang dari proyek lain karena waktu eksekutif yang digunakan pada fasilitas baru
termasuk dalam opportunity cost karena biaya yang timbul karena perusahaan
kehilangan kesempatan menerima suatu pandangan karena asset perusahaan
digunakan pada proyek yang lain.
STOCK
2.
Penerbitan saham baru biasanya dilakukan dalam jumlah besar, kerena di yakini bahwa penerbitan saham baru akan menekan harga saham di bursa. Apakah saudara setuju dengan pernyataan ini jelaskan asumsi saudara secara teori portofolio dan
keadaan pasar modal indonesia.
Jawab
:
Menurut
kelompok kami, setuju dengan argument tersebut. Karena apabila perusahaan
melakukan rights issue, maka jumlah sahamnya bertambah dan tidak merugikan
pemegang saham karena tidak terjadi penurunan nilai. Kondisi tersebut akan
berbeda jika bertambahnya satu saham tetapi dana yang akan masuk lebih rendah
daripada harga saham dipasaran.
Dalam kondisi ini maka nilai per saham perusahaan akan
turun dan harga pasar saham otomatis ikut turun. Akan tetapi jika dilihat dari teori portofolio menurut
kelompok kami jangan menjual saham pada satu tempat saja misalnya seperti di
pasar modal. Sebaiknya perusahaan dapat memperkirakan berapa banyak saham yang
di jual di pasar modal dan di tempat lain misalnya bisa di pemerintahan atau di
perusahaan itu sendiri yang bisa di beli oleh karyawan. Karena jika saham di
jual di satu tempat contoh pasar modal
saja jika terjadi perekonomian yang buruk di suatu negara misalnya lemahnya
nilai tukar mata uang yang bisa menyebabkan nilai jual saham menjadi anjlok.
Maka dari itu penerbitan saham lebih baik di jual lebih dari satu tempat karena
jika terjadi seperti contoh tersebut perusahaan masih mempunyai cadangan.
Misalnya di jual di pemerintah atau karyawan perusahaan itu sendiri.
FINANCIAL DECISION
3.
Tujuan normative
keputusan’’ keuangan yaitu untuk memaksimalkan nilai perusahaan, hanya akan memperkaya para pemilik perusahaan tetapi tidak mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat karena program” untuk perbaikan lingkungan CSR lain yang sering memerlukan biaya yang besar akan mengurangi nilai perusahaan. Benarkah pernyataan tersebut? Jelaskan arguman anda secara makesense.
Jawab:
Para pemegang saham menginvestasikan kekayaannya dalam
bentuk saham di suatu perusahaan dengan harapan mereka akan mendapatkan
pengembalian finansial yang tinggi dimasa depan. Selain itu mereka juga
berharap perusahaan yang mereka miliki berkembang pesat dengan harapan dapat
meningkatkan kekayaan mereka. Dengan meningkatnya nilai perusahaan bukan berati
mereka terus mengabaikan kesejahteraan masyarakat dalam bentuk CSR. Karena CSR
mempunyai berbagai keuntungan non materil bagi perusahaan. Salah satu dampak
positif CSR yaitu dapat membangun citra yang baik bagi suatu perusahaan. Dengan
citra perusahaan yang baik maka juga akan perpengaruh pada investor yang akan
berinvestasi. Selain kinerja perusahaan yang baik, CSR juga menjadi salah satu
pertimbangan investor untuk berinvestasi. Seperti yang disampaikan Tomas setyo wahyu budi dalam jurnalnya
yang berjudul “Pengaruh Pengungkapn Corporate
Social Responsbility dan Kinerja Keuangan Perusahaan Terhadap Return Saham
Perusahaan In Indeks LQ45 Bursa Efek Indonesia Periode 2008 - 2010” bahwa pengungkapan CSR perusahaan berpengaruh
positif terhadap retun saham yang terdaftar dalam indeks LQ45 BEI periode 2008
– 2010. Hal ini menunjukan bahwa CSR suatu perusahaan merupakan salah satu
pertimbangan yang digunakan investor dalam pengambilan keputusan investasi.
Dalam jurnalnya, Tomas Setya Wahyu Budi menyebutkan 4 manfaat yang akan
diperoleh perusahaan yang mengungkapkan CSRnya. 4 manfaat CSR bagi perusahaan
yaitu :
1. Keberadaan perusahaan dapat tumbuh dan berkelanjutan dan
perusahaan mendapatkan citra (image) yang positif dari manyarakat luas.
2. Perusahaan lebih mudah memperoleh akses terhadap capital
(modal).
3. Perusahaan dapat mempertahankan sumber daya manusia
(human resources) yang berkualitas.
4. Perusahaan dapat meningkatkan pengambilan keputusan pada
hal – hal yang kritis dan mempermudah dalam pengolahan manajemen resiko.
TIME VALUE OF MONEY
4.
Seseorang ingin kuliah doctor yang
diperkirakan memakan waktu selama 4 tahun. Ia telah memiliki dana untuk hidup sehari hari tetapi belum memiliki untuk keperluan bayar kuliah yang cukup mahal. Uang kuliah tersebut sebesar 50juta/tahun, dan harus dibayar awal tahun. Salah satu anggota keluarga besar bersedia membantu membayar uang kuliah tersebut dengan menempatkan uang di bank yang akan memberi bunga 6% tahun. Dengan demikian ia mengambil uang dari penempatan dana
tersebut setiap awal tahun untuk membayar uang kuliahnya. Berapa uang yang harus ditempatkan dibank pada awal tahun 1 oleh salah
satu anggota keluarga besar tersebut. Sehingga saldo uang tersebut pada awal tahun ke 4, setelah diambil untuk membayar kulliah, akan menjadi sama dengan 0 rupiah?
Jawab:
P0 =
50.000.000 x 4
= 200.000.000
Pv = Fv/(1+i)n
= 50.000.000/(1+6%)4
= 50.000.000/(1,06)4
= 50.000.000/4,24
= 11.792.452,83
Rp. 200.000.000 – 11.792.452,83
= Rp. 188.207.547,2
Jadi, uang yang harus ditempatkan di Bank pada awal
tahun ialah Rp. 188.207.547,2
KEPUTUSAN INVESTASI MANAJERIAL
& LAVERAGE
5.
Ketika perusahaan menginginkan laba tertentu, apakah harus sudah melampaui kuantitas penjualan dalam kondisi BEP?
Berikan argument anda sertacontoh konkrit.
Jawab : jika suatu perusahan
ingin mengingginkan titik laba pada tingkatan tertentu, maka perusahaan harus terlebih
dahulu menenukan titik BEP pada jumlah penjualan berapa unit. Dengan rumus : 0 = (harga per unit X unit) – (biaya
variabel per unit X unit ) – biaya tetap
Contoh : whittier
company merupakan perusahaan penjual mesin pemotong rumput. Harga mesin
pemotong rumput sebesar $400 per unit. Biaya variabel mesin pemotong rumput
tersebut sebesar $325/unit dan biaya tetapnya sebesar $45.000/unit.
Whittier company menyusun proyeksi laba rugi sebagai
berikut :
Penjualan (1.000 unit @ $400) $400.000
Dikurangi : beban variabel 325.000
Margin kontribusi
$ 75.000
Dikurangi : biaya tetap 45.000
Laba
operasi
30.000
Dari penjelasan
diatas berapakah unit yang harus dijual untuk mencapai titik impas perusahaan?
0 =
($400 x unit) – ($325 x unit) - $45.000
0 = ($75 x unit) - $45.000
$75 x unit = $45.000
Unit =
600
Jadi perusahaan harus menjual 600 unit untuk mencapai
titik impas.
Penjualan (600 unit @ $400) $240.000
Dikurangi : beban variabel 195.000
Margin kontribusi
$ 45.000
Dikurangi : beban tetap 45.000
Laba
operasi 0
Setelah titik impas maka selajutnya kita menhitung
tingkat penjulan berpakah jika target laba perusahaan $60.000.
$60.000 = ($400
x unit ) – ($325 x unit) - $45.000
$105.000 = $ 75 x
unit
Unit =
1.400
Jadi untuk mencapai laba $60.000 maka perusahaan harus
menjual mesin pemotong rumput sebanyak 1.400 unit.
Jadi penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa jika ingin
mencapai laba tertentu maka harus melampui kuantitas penjualan dalam kondisi
BEP.
Referensi:
Budi, T. S. (2012). Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility
dan Kinerja Keuangan Perusahaan terhadap Return Saham Perusahaan di Indeks
LQ45 Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2010. jimfebub, 19.
Hansen, D. R., & Mowen, M. M. (2017). Akuntansi
Manajerial. Jakarta: Salemba Empat.
Atmaja,Lukas
Setia. 2016. Ada Apa dengan Right. Issue. SindoNews.com (diakses 5 Oktober
2018)
Komentar
Posting Komentar